Manajemen Strategis

Memahami Manajemen Strategis Dengan Cepat dan Mudah

Halo, para pembaca …

 

Organisasi selalu dihadapkan oleh perubahan lingkungan strategis yang dinamis. Lingkungan strategis tersebut dapat berasal dari dalam maupun luar organisasi.
Lingkungan strategis dari dalam organisasi biasanya meliputi aspek keuangan, pemasaran dan penjualan, SDM, produksi, dll. Lingkungan strategis dari luar organisasi biasanya meliputi aspek politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan sekitar, regulasi, dll. Untuk mengantisipasi perubahan lingkungan strategis tersebut, organisasi perlu menyusun strategi agar tujuannya tercapai.

 

Ketika organisasi hendak menyusun strategi, biasanya menggunakan konsep manajemen strategis (strategic management). Dari berbagai macam konsep manajemen strategis yang berkembang, secara umum langkah-langkah manajemen strategis tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Melakukan analisis lingkungan strategis.
  2. Memformulasikan strategi.
  3. Memetakan strategi.
  4. Menjalankan strategi.
  5. Mengevaluasi strategi.
Penjabaran masing-masing langkah tersebut dapat dilihat pada penjelasan berikut ini.

 

Melakukan Analisis Lingkungan Strategis
Analisis lingkungan strategis terdiri atas dua, yaitu analisis lingkungan strategis eksternal dan analisis lingkungan strategis internal. Pada analisis lingkungan strategis eksternal, aspek yang dianalisis meliputi politic, economy, social-culture, technology, legal, dan environment. Aspek-aspek tersebut biasanya dikenal dengan singkatan PESTLE. Hasil dari analisis lingkungan strategis eksternal adalah ancaman dan peluang yang dihadapi organisasi. Berikutnya, pada analisis lingkungan strategis internal, aspek yang dianalisis biasanya tentang fungsi-fungsi di dalam organisasi, di antaranya keuangan, SDM, TI, produksi, pemasaran, dan penjualan. Hasil dari analisis lingkungan strategis internal adalah kekuatan dan kelemahan yang dimiliki organisasi. Hasil analisis lingkungan strategis eksternal dan internal ini jika digabungkan akan menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, atau dalam Bahasa Inggris menjadi strengths, weaknesses, opportunities, dan threats, disingkat menjadi SWOT. Matriks yang menampilkan hasil analisis lingkungan strategis eksternal dan internal tersebut disebut dengan Matriks SWOT.

 

Memformulasikan Strategi
Strategi dapat diformulasikan dengan berbagai macam cara, tergantung teori apa yang kita gunakan. Beberapa teori untuk memformulasikan atau menyusun strategi di antaranya Fred R. David, Michael Porter, dan Igor Ansoff. Hasil dari formulasi strategi ini adalah strategi yang dipilih sesuai teori yang digunakan beserta penjabarannya.

 

Memetakan Strategi
Setelah strategi diketahui, kemudian dipetakan. Ada beberapa tools yang dapat digunakan untuk memetakan strategi, salah satunya adalah Balanced Scorecard (BSC). BSC terdiri atas sasaran strategis (objective), indikator kinerja utama atau KPI (key performance indicator (KPI)), target (target), dan inisiatif strategis (initiative). Sesuai perkembangannya, BSC menggunakan peta strategi (strategy map) yang terdiri atas perspektif-perspektif. Perspektif tersebut di antaranya financial perspective, customer perspective, internal process perspective, dan learning and grwoth perspective. Di dalam peta strategi inilah sasaran strategis dipetakan. Kemudian sasaran strategis, KPI, target, dan inisiatif strategis dituliskan dalam tabel BSC. Pembahasan tentang pilihan KPI dapat diklik di sini.
Pemetaan dapat dilakukan dari tingkat direktur hingga tingkat staf di dalam organisasi atau perusahaan. Ketika hal tersebut dilakukan, proses cascading terjadi. Dalam bahasa sederhana, cascading adalah menurunkan sasaran strategis, KPI, target, dan inisiatis strategis ke tingkat di bawahnya berdasarkan struktur organisasi. Dengan demikian, strategi dapat dipetakan ke seluruh lapisan organisasi. Selain itu, strategi yang disusun pun dapat diterjemahkan hingga dalam bentuk aksi sesuai salah satu prinsip BSC yaitu, translating strategy into action.

 

Menjalankan Strategi
Organisasi atau perusahaan dapat beroperasi dengan menjalankan strategi yang sudah dipetakan pada langkah sebelumnya. Setiap periode tertentu, misal setiap bulan, dapat dilakukan kontrol apakah inisiatif strategis sudah dijalankan dengan baik dan memberikan hasil yang baik terhadap pencapaian KPI atau tidak. Jika tidak, perlu dilakukan dicari akar permasalahan dan solusinya.
 
Apabila strategi dipetakan dalam kurun waktu 3-5 tahun, organisasi atau perusahaan dapat mengkaji kembali jika kondisi lingkungan strategis berubah secara signifikan. Perubahan signifikan yang dapat dijadikan contoh adalah adanya pandemi Covid-19 yang dimulai pada awal tahun 2020. Dengan demikian, strategi yang disusun sebelumnya memungkinkan untuk diubah. Konsekuensinya, sasaran strategis, KPI, target, dan inisiatis strategis pun harus menyesuaikan.

 

Mengevaluasi strategi
Pada umumnya organisasi atau perusahaan akan melakukan penilaian kinerja setiap tahun sesuai tahun fiskalnya sebagai bentuk evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan antara rencana yang sudah disusun dengan pencapaiannya. Pencapaian tersebut biasanya akan menjadi dasar untuk penentuan insentif dalam perusahaan. Secara spesifik, akan dikaji tentang KPI yang sudah disusun, apakah tercapai atau tidak. Jika tidak tercapai, akan menjadi bahan evaluasi. Kemudian harus ditemukan akar masalah dan solusinya.

 

Baiklah, dengan menjalankan konsep manajemen strategis secara baik, diharapkan organisasi atau perusahaan dapat memiliki kinerja yang baik pula.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *